Profil Sekolah
“Mencetak Generasi Unggul, Berkarakter Pancawaluya, dan Berdaya Saing Global”
Selayang Pandang
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Pertanian Karawang adalah lembaga pendidikan vokasi yang berdedikasi untuk mencetak tenaga kerja profesional, wirausahawan tangguh, dan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global. Berada di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional dan kawasan industri terbesar, kehadiran SMKN Pertanian Karawang menjadi jembatan strategis antara potensi alam dan kemajuan teknologi.
Di bawah kepemimpinan Bapak Sepgiono, S.Pd., M.M., SMKN Pertanian Karawang bangga menyandang status sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). Status ini merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan sistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) atau Link and Match, sehingga lulusan kami dipastikan siap kerja, siap berwirausaha, maupun siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Visi dan Misi
Visi :
“Mewujudkan lulusan yang berkarakter CERDAS IMTAQ: Cakap, Etis, Responsif, Digital, Adaptif, dan Siap Berdaya Saing berlandaskan iman dan taqwa.”
1. Cakap
Makna: Mempunyai kompetensi profesional dan keterampilan hidup yang relevan, pengetahuan, keterampilan teknis, berpikir kritis, serta kemampuan berkomunikasi.
Perilaku yang diharapkan: bekerja rapi dan kompeten; memecahkan masalah; mampu kolaborasi; continuous learning.
Indikator keberhasilan: sertifikasi kompetensi, hasil pembelajaran minimal KKM/target, siswa/karyawan mampu menyelesaikan tugas nyata (project-based), umpan balik positif pengguna layanan.
Strategi/aktivitas: pelatihan terstruktur, proyek praktik nyata, program sertifikasi, mentoring, penilaian berbasis kinerja.
2. Etis
Makna: Bertindak berdasarkan nilai moral, kejujuran, tanggung jawab sosial, integritas, dan menghormati hak orang lain.
Perilaku yang diharapkan: transparansi, anti-korupsi, sikap inklusif, penghormatan hak asasi, akuntabilitas.
Indikator keberhasilan: rendahnya pelanggaran etika, kepuasan stakeholder terkait integritas, adanya kebijakan etika dan pelaporannya.
Strategi/aktivitas: pendidikan karakter dan etika terintegrasi, kode etik yang jelas, unit pengaduan & perlindungan pelapor, sosialisasi nilai berbasis agama dan akhlak.
3. Responsip
Makna: Cepat tanggap terhadap kebutuhan, masalah, dan perubahan lingkungan; proaktif dalam pelayanan dan pengambilan keputusan.
Perilaku yang diharapkan: komunikasi aktif, solusi cepat, pelayanan ramah dan tepat waktu, perbaikan berkelanjutan.
Indikator keberhasilan: waktu respon terhadap pengaduan/permintaan, tingkat penyelesaian masalah, kepuasan pengguna.
Strategi/aktivitas: sistem layanan terpadu (SLA), pelatihan layanan pelanggan, feedback loop (survei & evaluasi), rapat koordinasi cepat.
4. Digital
Makna: Memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitas, akses layanan, pembelajaran..
Perilaku yang diharapkan: literasi digital, penggunaan platform digital untuk administrasi dan pembelajaran, keamanan siber dasar.
Indikator keberhasilan: persentase proses terdigitalisasi, tingkat adopsi platform, keamanan data, peningkatan efisiensi waktu/biaya.
Strategi/aktivitas: transformasi digital (SIP, LMS, e-Office), pelatihan literasi & keamanan digital, dashboard kinerja, integrasi data.
5. Adaftif
Makna: Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan sosial-ekonomi, teknologi, dan kebijakan; pembelajaran berkelanjutan sebagai kultur.
Perilaku yang diharapkan: fleksibilitas dalam metode kerja, inovasi, pembaruan kurikulum/program sesuai kebutuhan DuDi.
Indikator keberhasilan: kecepatan penyesuaian kebijakan/program, jumlah inovasi/eksperimen, relevansi kurikulum dengan kebutuhan DuDi.
Strategi/aktivitas: review kurikulum berkala, kemitraan industri, pelatihan ulang (reskilling/upskilling), kelompok inovasi internal.
6. Siap
Makna: Mempunyai kapasitas untuk bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional melalui kualitas sumber daya manusia, produk/jasa, dan reputasi.
Perilaku yang diharapkan: orientasi mutu, benchmarking, promosi prestasi, orientasi kewirausahaan.
Indikator keberhasilan: lulusan terserap kerja/berwirausaha, penghargaan/sertifikasi mutu, ekspansi pasar/mitra.
Strategi/aktivitas: pelatihan kewirausahaan, magang/kerja sama industri, fasilitasi lomba/ekspo, sertifikasi mutu.
7. Berlandaskan Iman dan Taqwa (kereferensi nilai dasar)
Makna: Semua aspek visi dijalankan dengan fondasi spiritual: keimanan (iman) dan ketaqwaan kepada Tuhan menghasilkan tindakan yang berakhlak, bertanggung jawab, dan berorientasi pada maslahat (kebaikan bersama).
Perilaku yang diharapkan: keputusan etis, pelayanan ikhlas, advokasi keadilan sosial, kegiatan ibadah dan penguatan nilai keagamaan yang inklusif.
Indikator keberhasilan: terpenuhinya program penguatan spiritual (kegiatan religius, mentoring religi), kebijakan yang mencerminkan nilai keadaban, persepsi stakeholders bahwa institusi berprinsip kepada moral.
Strategi/aktivitas: integrasi muatan akhlak/iman dalam kurikulum, pembinaan rohani, forum dialog nilai, kebijakan pro-kemanusiaan.
Misi :
1. Menanamkan keimanan, akhlak mulia, kedisiplinan, dan integritas melalui budaya sekolah dan pembiasaan terprogram
2. Melaksanakan pembelajaran bermutu, mendalam, kolaboratif, dan berbasis proyek untuk menumbuhkan kreativitas, komunikasi, pemecahan masalah, dan kolaborasi
3. Mengembangkan kemampuan vokasional bidang pertanian, otomotif, dan teknologi informasi sesuai standar industri modern.
4. Memperkuat link and match melalui PKL, teaching factory (TeFa), sertifikasi kompetensi, dan kurikulum berbasis industri
5. Menumbuhkan karakter kewirausahaan agar siswa siap menciptakan peluang kerja maupun usaha mandiri
6. Membangun budaya sekolah yang sehat, hijau, aman, tertib, dan inklusif untuk mendukung proses Pendidikan.
Tujuan :
1. Meningkatkan keimanan dan akhlak mulia peserta didik melalui program pembinaan yang terukur
2. Menghasilkan peserta didik berkarakter Profil lulusan, berintegritas, dan bertanggung jawab
3. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi melalui pembelajaran aktif dan kontekstual
4. Meningkatkan kompetensi vokasional sesuai tiga program keahlian agar kompetitif di industri modern
5. Membangun budaya sekolah hijau (green school), sehat, tertib, dan berkelanjutan melalui program pembiasaan dan edukasi lingkungan
6. Menyiapkan lulusan siap kerja atau wirausaha melalui PKL, kemitraan industri, teaching factory, dan sertifikasi kompetensi
Program Keahlian Unggulan
SMKN Pertanian Karawang menghadirkan empat program keahlian yang memadukan sektor agribisnis dan teknologi, guna menjawab tantangan era industri 4.0:
Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) Mempelajari teknik budidaya pertanian modern, perbenihan, hingga manajemen panen untuk mencetak agropreneur handal yang mendukung ketahanan pangan.
Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) Fokus pada food technology, mulai dari pengolahan pasca-panen, pengawetan, pengemasan, hingga quality control produk makanan dan minuman berstandar industri.
Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT / TKJ) Mencetak teknisi ahli di bidang infrastruktur jaringan komputer, troubleshooting, dan telekomunikasi yang siap mendukung era digitalisasi dan Smart Farming.
Teknik Otomotif / Teknik Sepeda Motor (TO / TSM) Membekali siswa dengan keterampilan mekanik kendaraan roda dua, perawatan mesin, hingga kelistrikan otomotif untuk menjadi teknisi profesional dan wirausahawan bengkel yang mandiri.
Pengembangan Karakter & Ekstrakurikuler
Kami meyakini bahwa keterampilan teknis (hard skill) harus diimbangi dengan karakter dan kemampuan interpersonal (soft skill) yang kuat. Oleh karena itu, SMKN Pertanian Karawang mewajibkan pembinaan karakter melalui empat pilar ekstrakurikuler utama:
OSIS : Wadah pengembangan jiwa kepemimpinan dan manajemen organisasi.
Pramuka : Membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap alam.
Paskibra : Menanamkan jiwa patriotisme, kedisiplinan tinggi, dan kerja sama tim.
PMR : Menumbuhkan rasa empati, kemanusiaan, dan kesiapsiagaan kesehatan di lingkungan sekolah.
Fasilitas Sekolah
Untuk menunjang proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan praktik siswa, SMKN Pertanian Karawang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain:
Lahan Praktik Pertanian (Greenhouse & Lahan Terbuka)
Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian (Kitchen & Lab Uji Mutu)
Laboratorium Komputer dan Jaringan
Bengkel Praktik Otomotif / Sepeda Motor
Perpustakaan, Ruang OSIS, dan fasilitas ibadah.
