PROGRAM JURUSAN
Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH)

ATPH adalah singkatan dari Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Ini merupakan salah satu kompetensi keahlian atau jurusan yang sangat populer di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada bidang keahlian Pertanian.

Secara sederhana, jurusan ini mempelajari cara membudidayakan tanaman dan mengelola bisnis dari hasil panen tersebut.

Berikut adalah rincian dari apa saja yang dicakup dalam jurusan ini:

1. Fokus Tanaman yang Dipelajari

Jurusan ini berfokus pada dua jenis kelompok tanaman utama:

  • Tanaman Pangan: Tanaman yang menjadi sumber karbohidrat dan protein utama untuk pangan manusia. Contoh: padi, jagung, kedelai, gandum, dan umbi-umbian.

  • Tanaman Hortikultura: Tanaman budidaya kebun yang mencakup empat jenis utama, yaitu:

    • Olerikultura (Sayur-sayuran)

    • Frutikultur (Buah-buahan)

    • Florikultura (Tanaman hias/bunga)

    • Biofarmaka (Tanaman obat/herbal)

2. Sisi Agribisnis (Bisnis Pertanian)

Selain menanam, kata “Agribisnis” di sini berarti siswa tidak hanya dicetak untuk menjadi petani konvensional, tetapi juga menjadi pengusaha pertanian (Agripreneur). Siswa belajar bagaimana cara:

  • Menghitung modal dan keuntungan (analisis usaha tani).

  • Mengemas hasil panen agar bernilai jual tinggi (pascapanen).

  • Memasarkan produk hasil pertanian ke konsumen atau industri.

3. Materi Praktik Sehari-hari

Siswa di jurusan ATPH akan banyak menghabiskan waktu di lahan praktik (greenhouse atau sawah/ladang) untuk mempelajari:

  • Persiapan Lahan: Menggemburkan tanah, membuat bedengan, dan mengukur pH tanah.

  • Pembibitan: Memilih biji unggul, menyemai, hingga teknik perbanyakan tanaman (stek, cangkok, kultur jaringan sederhana).

  • Perawatan: Teknik penyiraman, pemupukan organik maupun kimia, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.

  • Panen dan Pascapanen: Cara memanen yang benar agar tanaman tidak rusak, penyortiran, dan pengemasan.


Prospek Lulusan ATPH

Lulusan jurusan ini memiliki prospek karier yang cukup luas, antara lain:

  • Pengusaha Pertanian modern: Mengembangkan bisnis hidroponik, sayur organik, atau tanaman hias.

  • Mandor atau Teknisi Kebun: Bekerja di perusahaan perkebunan atau industri benih nasional.

  • Penyuluh Pertanian: Menjadi pendamping atau fasilitator bagi petani di daerah.

  • Melanjutkan Kuliah: Bisa mengambil jurusan Agroteknologi, Agribisnis, atau Ilmu Tanah di perguruan tinggi.